Penyebab, Gejala Dan Cara Mengatasi Penyakit Bronkiektasis

Bronkiektasis adalah pelebaran pada satu atau lebih saluran udara dengan cara yang tidak normal. Ekstra lendir dibuat dalam saluran udara yang abnormal . Kondisi ini mengakibatkan penumpukan lendiri yang menyebabkan paru paru lebih rentan terhadap infeksi . Gejala utama adalah penderita biasanya akan mengalami batuk yang disertai dengan banyak dahak (sputum) . Pengobatan yang  sering dilakukan untuk mengatas bronkektasis terdiri dari fisioterapi dan program pengobatan antibiotik biasa .Pada beberapa kasus nhaler kadang-kadang digunakan. Selain itu tindakan operasi juga dilakukan dalam konds tertentu. Bagi penderta bronkektasi biasanya tidak diperbolehkan merokok, merokok akan memberkan kondisi yang semakin buruk.

Udara yang kita hirup akan masuk ke dalam paru-paru melalui tenggorokan atau trakea, yang kemudia akan terbagi ke dalam beberapa cabang saluran udara disebut bronkus . Selanjutnya udara yang hirup akan terus mengalir melalui bronkeoli ke dalam jutaan kantung udara kecil yang disebut dengan alveoli. Oksigen dari udara dilewatkan ke dalam aliran darah melalui dinding tipis alveoli.

Kelenjar kecil pada lapisan saluran udara membuat sejumlah kecil lendir. Lendir ini memiliki fungsi menjaga saluran udara lembab sekalikgus menjadi perangkap debu dan kotoran udara yang kita hirup. Selain itu, pada permukaan sel sel dinding saluran udara juga terdapat berbagai rambut rambut kecil yang disebut dengan silia yang jumlahnya jutaan. Jutaan silia tersebut memiliki fungsi menyapu lendir menuju bagian belakang tenggorokan. Kumpulan lendir tersebut akan menjadi dahak.

Bronkiektasis adalah melebarnya salah satu saluran udara atau bronkus secara tidak normal. Banyak lendir cenderung untuk membentuk dan menggenang pada bagian bagian saluran udara yang melebar. Hal akan membuat paru paru rentan terhadap terjadinya infeksi.
Penyebab, Gejala Dan Cara Mengatasi Penyakit Bronkiektasis
(sumber:wikipedia.org)

Penyebab Penyakit Bronkiektasis

Penyebab terjadinya Brokiektasis dipengaruhi oleh beberapa faktor. Salah satu faktor tersebut adalah adanya infeksi pada paru paru tuberkulosis ( TB ) , batuk rejan , pneumonia atau campak , yang dapat merusak saluran udara pada saat infeksi. Infeksi pada paru merupakan penyebab yang paling umum terhadap terjadinya Bronkiektasis.

Lemahnya sistem kekebalan tubuh juga menjadi penyebab terjadnya Bronkiektasis.Sekitar 1 dari 12 Penderta diketahui memilik sistem kekebalan tubuh yang mengakibatkan tubuh penderita lebih rentan terhadap kerusakan jaringan. Lemahnya sistem kekebalan tubuh terkadang disebabkan karena warisan atau genetik.

Penyebab lain terjadinya bronkiektasis adalah kelainan silia, dimana silia tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Dimana silia tidak secara efektif mengeluarkan lendir keluar dari saluran udara.

Gejala Penyakit Bronkiektasis

Adanya penyakit Bronkiektasis dalam diri seseorang akan menimbulkan beberapa gejala. Gejala yang paling umum adalah batuk yang disertai dahak. Terkadang penderita juga akan mengalai batuk darah, hal itu terjadi jika saluran udara pernfasan mengalami peradangan. Beberapa gejala lainnya adalah penderita akan mengalami kelelahan dan kesulitan dalam berkonsentrasi dan adanya sesak nafas terutama saat bekerja keras atau berolahraga.

Beberapa penanganan atau pengobatan dalam mengatasi penyakit Bronkiektasis meliputi pemberian obat obatan medis, fisioterapi, pemberian inhaeler dan operasi.

Perawatan dan Pengobatan Penyakit Bronkiektasis

Pemberian obat obatan Antibiotik adalah pengobatan utama terhadap Bronkiektasis. Hal ini jika  bronkiektasis yang dialami oleh penderita tergolong ringan ringan. Antibiotik yang paling umum digunakan oleh dokter adalah amoksisilin. Namun, pilihan akan tergantung pada alergi yang dialami oleh penderita, jenis bakteri, dan kondisi penderita secara keseluruhan. Untuk mengetahui jenis bakteri biasanya dengan menggunakan dahak yang dikeluarkan oleh penderita.

Selain memberikan obata obatan antibiotik, penderita bronkiektasis juga diberikan perawatan dengan fisioterapi. Fisioterapi bertujuan untuk memberikan latihan ddan  membantu penderita agar berbatuk  membersihkan lendir serta meningkatkan kebugaran paru-paru secara keseluruhan.

Tindakan operasi dilakukan jika penderita mengalami kerusakan pada bagian paru paru. Operasi dilakukan untuk mengambil atau memotong bagian daerah yang mengalami kerusakan yang cukup padah.